Pengguna Narkotika Tangsel



Pengguna Narkotika Tangsel Tertinggi di Banten
July 13, 2012   News, Tangsel
SERPONG, TAPOS. Angka pengguna narkotika di Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten. Hal ini disebabkan, Tangsel berdekatan dengan Jakarta. Mirisnya, transaksi narkotika sering dilakukan di kawasan umum seperti pusat perbelanjaan dan jalan tol.
Demikian hasil temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) Banten. Menurut Kepala Seksi Intelijen BNN Banten AKP MP Sidabutar, tidak sedikit transaksi narkotika dilakukan di rest area jalan tol.
“Karena letak Tangsel yang berdekatan dengan DKI Jakarta, banyak transaksi dilakukan di jalan tol khususnya di rest area,” ungkap AKP MP Sidabutar, di sela sosialisasi pencegahan dan pemberantasan NAPZA dan HIV Tangsel, yang diselenggarai Dinas Sosial Provinsi Banten bekerjasama BNN dan Dinsosnakertrans Kota Tangsel, Kamis (12/7).
Kata dia, transaksi narkotika di rest area atau SPBU di jalan tol sulit diendus. “Mereka (pengedar) terkadang mengetahui keberadaan petugas, tapi kita sulit mengetahui keberadaan mereka. Bahkan mereka mempunyai kode-kode sendiri,” imbuhnya.
Tak hanya di jalan tol, dikatakan Sidabutar transaksi penyalahgunaan narkotika juga kerap dilakukan di pusat perbelanjaan, seperti mal.
“Apalagi di Tangsel mal tumbuh subur, umumnya orang datang ke sana untuk berbelanja atau sekadar rekreasi. Sehingga tidak terbersit kecurigaan untuk transaksi narkotika,” katanya.
Dia bilang, maraknya peredaran narkotika menyebabkan Tangsel masuk ke dalam zona merah. Dimana pengguna narkotika di Tangsel tertinggi se-Provinsi Banten.
Dia memberi contoh, pada 2012, angka penderita HIV/Aids mencapai 200, sedangkan untuk Banten penderita HIV/AIDS dan Napza sebesar 1000 penderita.
Mengantisipasi transaksi narkotika di mal atau jalan tol, BNN Banten maupun Kota Tangsel berkoordinasi dengan pihak patroli jalan tol.
Sehingga mereka tidak hanya mengawasi jalanan, melainkan juga hal-hal yang mengundang kecurigaan. Sedangkan untuk mencegah transaksi di mal, BNN berencana berkoordinasi dengan pengelola mal.
Di tempat sama, Kepala Seksi Narkotika Penyalahgunaan Zat Adiktif (Napza) Provinsi Banten, Dede Burhanudin membenarkan Tangsel merupakan salah satu kota dengan tingkat pengguna Napza tertinggi di Banten.
Untuk itu, sosialisasi tersebut dinilai penting dalam mencegah tumbuh suburnya penyalahgunaan Napza.
“Kami melaksanakan sosialisasi ini ke seluruh kabupaten dan kota termasuk di Tangsel sebagai langkah pencegahan,” ujar Dede.
Dirinya menjelaskan, sosialisasi bahaya dan  pencegahan Napza ini dilakukan setiap tahunnya dengan keliling setiap kabupaten/kota yang ada di Banten.
Lanjutnya pihak Dinsos akan bekerjasama BNN memberikan spanduk atau selembaran bahaya penyebaran narkotika di mal dan jalan tol.(irm)
Sumber: http://tangsel-pos.com/pengguna-narkotika-tangsel-tertinggi-di-banten/

0 komentar: