MENGINGATMU

Sudah menjelang dinihari
Di luar sepi
Hanya terdengar suara-suara binatang malam
Serta sayup gemuruh air di kejauhan
Bekas hujan dari siang tadi
Sejenak aku merasa sepi
Kemudian tidak begitu lama,
Tiba-tiba aku ingin kembali mengingat wajahmu
Maka aku tulis syair ini
Untukku mengingatmu pada kemudian hari
Mungkin setelah kita disibukkan oleh masa

Akhir-akhir ini dalam hari-hariku
Kamu selalu datang menyelinap di sela-sela waktu
Dengan senyumanmu, matamu, suaramu
Serta pertemuan-pertemuan kita yang terkadang terasa-
Hanya seperti dalam batas saling mengenal saja
Yang kemudian saling menyapa-
Dalam kata-kata tanpa makna-makna tertentu
Yah, seperti itulah antara kamu dan aku
Jarum jam di hadapanku terus melaju
Dan aku masih ingin mengingat wajahmu
Aku masih ingin menikmati rasa berbunga-bunga
Sebab sudah berhari-hari lamanya
Kamu dalam ingatanku
Selalu mendatangkan rasa bergelora

Edwitri,
Setiap kali mengingat kamu, aku merasa tentram.


                                                                                   Kebumen, 07 September 2010

0 komentar: